Fase-fase putus cinta (dalam lagu)

Hayo siapa yang pernah pacaran? (Sori mblo, gak maksud nyindir..) Pacaran itu menurut saya adalah masa-masa untuk saling mengenal. Mengenal sifat, hobi, keluarga, teman-temannya, dalemannya.. eh! Dalem hati maksudnya mblo! kebiasaan udah jomblo pikiran kotor. hadeh..
Masa-masa ini menurut saya menyenangkan, dimana kita yang dulu kemana-mana sendiri waktu pacaran bisa pergi berdua, yang dulu makan sendiri bisa makan berdua, yang dulu tidur sendiri bisa… saling ngucapin met bobok dulu. *maksa
Sayangnya, kita semua tahu bahawasanya masa menyenangkan itu pasti berakhir. Berakhir bahagia di pelaminan atau berakhir di bawah guyuran shower (sambil silet-silet..)
Kali ini saya mau bahas tentang salah satu penyebab kegalauan anak muda terbesar (selain Tugas Akhir.. duh!) yaitu putus cinta. Putus cinta tidak serta merta langsung memutuskan untuk berpisah, tapi ada fase-fasenya. Ini nih :

1. Minor and Major Issues
Perpisahan pasti dimulai dari permasalahan. Bahkan tidak ada permasalahan dalam hubungan bisa menjadi permasalahan sendiri. (Bingung gak tuh!) Di fase ini, tidak serta merta muncul permasalahan besar. Permasalahan kecil yang tidak diselesaikan dari awal hubungan bisa menjadi batu-bata yang membangun tembok permasalahan yang lebih besar (ceileehh tembok.. muke lu tembok!) Ciri khas kamu dan pasangan kamu yang lagi ada di fase ini adalah intensitas menyindir semakin tinggi. Contoh : “eh tumben kamu gak ketiduran, beb?”, “gapapa kok, aku baru nunggu 2 jam”, dll dll.. Di fase ini, semuanya jadi serba salah.. Kayak lagunya kakak cantik ini :*

2. Ngambek bin Marah
Udah dibahas masalahnya, tetep belum selesai. Udah saling sindir menyindir masih tetep belum kerasa. Saatnya masuk ke fase berikutnya : ngambek dan marah. Biaanya nih yang ngambek cewek, yang marah cowok. Bisa juga sebaliknya ding.. Kalau inget pas marah atau ngambek kepengen mutusin, kalau inget kenangan kemarin masih pengen lanjutin.

I didn’t mean to hurt you, I’m just a jealous guy..

3. The Final Decision
Ini adalah fase yang paling boros adrenalin. Fase ini dipenuhi dengan adu mulut. Bacotfull Kupingless alias negbacot mulu tanpa mau dengerin pendapat pasangan. Beradu argumen untuk saling menjatuhkan, kalau perlu ungkit masalah-masalah yang udah selesai untuk jadi senjata. Pokoknya ini tentang aku aku aku. Aku maunya putus yaudah putus, bodo amat dia ntar mau showeran kek, silet-silet, mau mogok makan.. yang penting urusan dan masalahku selesai! Deg! Baru sadar kan kalau pasanganmu gak sebaik penilaianmu?

I hate to break it to you babe but I’m not drowning, there’s no one here to save..

4. Galau
Ini nih fase yang paling favorit. Saking favoritnya, ada aja jomblo yang sok-sokan galau di twitter biar dikira punya pasangan. Ada! Di fase ini, yang beneran habis putus bakalan lebih tenang, sering ngelamun, sama suka dengerin lagu melow. Bayangan mantan beserta kenangannya selalu menghantui tiap saat. Pokoknya semua kenangan yang indah-indah sama doi malah muncul semua pas fase ini. Damn you brain!

Thinking maybe you’ll come back here to the place that we’d meet..

5. Knowing Every Particular Object
Habis galau ku terus KEPO! Udah tahu putus, tetep aja masih kepoin mantan.. Fase ini biasanya dilalui sama pasangan-pasangan yang inti permasalahan putusnya masih ngambang, misalnya : “kita putus aja ya, jempol kamu kurang gede..”, “kita putus aja ya.. gigi kamu terlalu putih buat aku.. “, dll dll. Biasanya pihak yang tersakiti ngepoin untuk mencari jawaban kenapa dia diputusin. Biasanya lagi nih jam-jam kepo tuh jam 11 malem keatas gitu.. #trueStory #IfYouKnowWhatIMean

Every single day, every word you say, every game you play, every night you stay, I’ll be stalking you.. ” *eh

6. Move On!
Fase yang paling sulit dicapai terutama sama pasangan yang udah putus tapi salah satu masih ngarep balikan atau masih belum sempurna di fase final decision alias masih mengambang. Pastinya banyak yang hanya ataupun masih looping forever di fase galau dan kepo. Intinya di fase ini adalah keluar dari kegalauan, entah balikan entah melupakan dan melanjutkan hidup. Masih banyak yang harus kamu pikirkan (terutama tugas akhir.. duh!). Toh, jodohmu masih ada di luar sana sedang menunggumu memantaskan diri. *aseekkk..

Wherever you are whenever it’s right, you come out of nowhere and into my life..

4 thoughts on “Fase-fase putus cinta (dalam lagu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s